•
Penggolongan hasil perikanan laut berdasarkan
jenis dan tempat kehidupannya
1.
Golongan demersal : ikan yg dapat diperoleh dari lautan yang dalam. (Ikan
kod)
2.
Golongan pelagik kecil : jenis-jenis ikan kecil yang hidupnya di daerah permukaan laut.
(Ikan haring)
3.
Golongan pelagik besar : jenis-jenis ikan besar yang hidupnya di
permukaan laut. (Ikan tuna)
4.
Golongan anadromus : jenis-jenis ikan atau hasil perikanan yang mula-mula
hidupnya di laut kemudian mengadakan migrasi ke air tawar lalu ke pertemuannya.
(Ikan bandeng, ikan salem)
5.
Golongan katadromus : jenis-jenis ikan atau hasil perikanan yang mula-mula
hidupnya di air tawar kemudian mengadakan migrasi ke laut lalu ke pertemuannya.
(Belut laut)
·
Hasil perikanan berkulit keras (Crustacea) =>
hasil perikanan yg mempunyai kulit yg keras. Mis. Udang, kepiting
·
Hasil perikanan berdaging lunak. => cumi-cumi (Cephallopoda), tiram
(Echinodermata), kerang (Anadonta)
·
Hasil perikanan yg tidak dapat diidentifikasi
dengan jelas => hasil perikanan lainnya yg tidak dapat digolongkan dalam
golongan-golongan di atas. Mis. Ubur-ubur
⃝ 3 persyaratan hasil perikanan laut dikatakan memiliki nilai
ekonomis
1 ) Mempunyai
nilai pasaran yang tinggi
2 ) Volume
produksi makro tinggi dan luas
3 ) Mempunyai
daya produksi yg tinggi
⃝ Ciri-ciri khusus suatu bahan yang dapat berfungsi sebagai
bahan pangan
1. Mempunyai
nilai gizi tinggi
2. Dapat
memenuhi selera dan memuaskan rasa lapar seseorang
3. Bersifat
aman dan sehat jika dimakan
4. Halal
⃝ Dasar pengawetan/pengolahan ikan
1.
Mempertahankan kesegaran dan mutu ikan selama
dan sebaik mungkin.
2.
Hampir semua cara pengawetan/pengolahan ikan
meninggalkan sifat-sifat khusus pada setiap hasil awetan/olahannya. Hal ini
disebabkan oleh berubahnya sifat-sifat, bau (odour), cita rasa (flavour), wujud
atau rupa (appearance), dan tekstur (texture) daging ikan.
⃝ Tujuan utama proses pengawetan dan pengolahan ikan
1. Mencegah
proses pembusukan pada ikan, terutama pada saat produksi melimpah
2. Meningkatkan
jangkauan pemasaran ikan
3. Melaksanakan
diversifikasi pengolahan produk-produk perikanan
4. Meningkatkan
pendapatan nelayan atau petani ikan, sehingga mereka terangsang untuk melipatgandakan
produksi
⃝ Cara-cara pengawetan dan pengolahan pada pasca panen
perikanan dilakukan berdasarkan pertimbangan berikut;
1. Tubuh
ikan mengandung protein dan air cukup tinggi, sehinggga merupakan media yg baik
bagi pertumbuhan bakteri pembusuk dan bakteri mikroorganisme lain.
2. Daging
ikan mempunyai sedikit tenunan pengikat (tendon), sehingga proses pembusukan
pada daging ikan lebih cepat dibandingkan dengan produk ternak atau hewan
lainnya
3. Produksi
ikan bersifat musiman, terutama ikan laut. Kadang produksi melimpah dan kadang
rendah
4. Kebutuhan
manusia akan ikan tidak pernah mengenal musim
⃝ Komposisi kimia daging ikan
-
Air :
60 – 84 %
-
Protein :
18 – 30 %
-
Lemak :
0,1 – 2,2 %
-
Karbohidrat : 0,0 - 1,0 %
-
Vitamin & mineral : sisanya
⃝ Keuntungan mengkonsumsi ikan dibandingkan produk hewani lainnya
a.
Perairan
indonesia yang sangat luas masih memungkinkan untuk pemenuhan kebutuhan protein
hewani melalui pemanfaatan sumberdaya perikanan
b.
Kandungan
protein pada daging ikan cukup tinggi (20 %). Mempunyai nilai biologis yg
tinggi.
c.
Daging
ikan relatif lunak karena hanya mengandung sedikit tenunan pangikat (tendon)
sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh
d.
Daging
ikantidak berbahaya bagi manusia, juga bagi orang-orang yg kelebihan kolesterol
e.
Daging
ikan mengandung sejumlah mineral yg sangat dibutuhkan tubuh manusia: K, Cl, P,
S, Mg, Ca, Fe, dll. Juga mengandung vitamin A dan D sehingga dapat menunjang
kesehatan mata, kulit dan proses pembentukan tulang, terutama pada anak balita
f.
Ikan
dapat dengan cepat dan mudah disajikan dalam berbagai bentuk olahan
g.
Harga
ikan relatif lebih murah bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lain
h.
Daging
ikan dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat, baik ditinjau dari segi
kesehatan, agama, suku bangsa, maupun tingkat perekonomian
⃝ Proses pengolahan dan pengawetan ikan dapat dilakukan
dengan cara:
1. Menggunakan suhu rendah
=> Bakteri pembusuk hidup diligkungan bersuhu 0 – 30°C. bila suhu diturunkan
dengan cepat maka aktivitas bakteri akan terhambat atau berhenti sama sekali
2. Menggunakan suhu tinggi
=> Aktivitas bakteri pembusuk dapat dihentikan dengan
suhu tinggi (80 – 90 °
C). Mis ikan asap dan ikan kaleng
3. Mengurangi kadar air, dapat dilakukan dengan cara:
- Menggunakan
udara panas; penjemuran, oven atau alat pengering khusus (mechanical drier)
- Menggunakan
proses osmosa; konsentrasi (tekanan osmotik) air di dalam dan di luar tubuh
ikan berbeda, mis proses penggaraman
- Menggunakan
tekanan; tekanan mekanis misal: pada kecap ikan, tepung ikan.
- Menggunakan
panas; pengasapan dan perebusan.
4. Menggunakan zat antiseptik; asam asetat
(cuka), natrium benzoat, natrium nitrat dan natrium nitrit.
5. Menggunakan ruang hampa udara; tujuannya untuk menghindari
terjadinya oksidasi lemak yang sering menimbulkan efek bau tengik.
Definisi ikan segar
•
Ikan yang baru saja ditangkap dan belum
mengalami proses pengawetan maupun pengolahan lebih lanjut
•
Ikan yang belum mengalami perubahan fisik maupun
kimiawi atau yang masih mempunyai sifat sama seperti ketika ditangkap (baik
rupa, bau, rasa maupun teksturnya)
Penyebab terjadinya perubahan pada
tubuh ikan
1.
Aktivitas enzim; proses penguraaian organ-organ
tubuh ikan oleh enzim-enzim yang terdapaat
didalam tubuh ikan sendiri (disebut autolisis).
2.
Aktivitas mikroorganisme/bakteri. Bagian tubuh
ikan yang paling banyak mengandung bakteri adalah: insang (103 – 105
/ gram), usus (saluran pencernaan: 103 – 107 / gram), kulit (102 – 106 / gram)
3.
Adanya oksidasi lemak oleh udara; bisa timbul
aroma tengik dan cara mencegahynya menghindari antara ikan dengan udara bebas
disekelilingnya
Proses
yang terjadi pada ikan setelah ditangkap
-
Pre rigor (<6
jam), daging elastis, msh spt ikan segar
-
Rigor mortis(6 jam), tubuh kaku, dging tdk
elastis
-
Post rigor (>6
jam), bnyk keluar lendir, sisik banyak yang lepas, sudah mulai busuk.
Ciri
utama ikan segar dan ikan yang mulai busuk
|
Ikan Segar
|
Ikan yg mulai busuk
|
|
1.
Kulit
-
warna kulit terang dan jernih
-
Kulit masih kuat membungkus tubuh, tidak mudah
sobek, terutama pada bagian perut
-
Warna-warna khusus yg ada masih terlihat jelas
2.
Sisik
- sisik menempel kuat pada
tubuh sehingga sulit dilepas
3. Mata
-
mata tampak terang, jernih, menonjol dan
cembung
-
4. Insang
-
insang berwarna merah sampai merah tua, terang
dan lamella insang terpisah
insang tertutup oleh lendir berwarna terang
dan berbau segar seperti bau ikan
5. Daging
-
daging kenyal, menandakan rigor mortis masih
berlangsung
-
daging
dan bagian tubuh lain berbau segar
-
bila
daging ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan
-
daging
melekat kuat pada tulang
-
daging
perut utuh dan kenyal
-
warna
daging putih
6. Keberadaan dalam air
- ikan segar akan tenggelam
|
-
kulit berwarna suram, pucat dan berlendir
banyak
-
kulit
mulai kelihatan mengendur di beberapa tempat tertentu
-
kulit
mudah robek dan warna-warna khusus sudah hilang
-
sisik mudah terlepas dari tubuh
-
mata tampak suram, tenggelam dan berkerut
-
Insang berwarna coklat suram atau abu-abu dan
lamella insang berdempetan
-
lendir
insang keruh dan berbau asam menusuk hidung
-
daging lunak, menandakan rigor mortis telah
selesai
-
daging
dan bagian tubuh lain mulai berbau busuk
-
Bila ditekan dengan jari tampak bekas lekukan
-
daging
mudah lepas dari tulang
-
Daging lembek dan isi perut sering keluar
-
daging
berwarna kuning kemerah-merahan terutama disekitar tulang punggung
-
Ikan yg sudah membusuk akan mengapung di
permukaan air
|
No comments:
Post a Comment